Si Kancil dan Si Kura-Kura

November 23, 2009

Teman-teman, kalian tentu masih ingat dengan kisah Si Kancil yang Cerdik ‘kan? Kisah itu menceritakan seekor kancil yang ingin mencuri timun dari seorang petani dengan cara yang cerdik, salah satunya dengan menipu para buaya yang ingin menerkamnya. Bagaimana dengan kisah Si Kura-Kura yang Menang Lomba Lari? Sebuah kisah yang menceritakan tentang seekor kura-kura yang tidak dapat berlari namun dapat memenangkan lomba lari melawan seekor kelinci. Bukankah kedua kisah itu sudah sangat bersahabat dengan kita sejak kita masih kecil? Ternyata, si Kancil dan si Kura-Kura sudah berteman sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar Hewan (SDH). Inilah kelanjutan kisah mereka. Enjoy!

 

 

Suatu hari, setelah si Kancil dapat lolos dari jebakan Pak Tani, si Kancil dengan segera langsung pulang ke rumah. Ia senang sekali. Ternyata, selain mencuri timun, ia juga berhasil mencuri sandal dan sarung Pak Tani. Setibanya di rumah, ia menjejerkan sandal dan sarung tersebut. Ia ingin memastikan kalau barang-barang tersebut dapat bermanfaat. Barang pertama diambil dan diarahkannya ke hidungnya.

What?! Bau apaan tuh? Ternyata, ini hanya sepasang sandal busuk! Bau kaki si Pak Tani membuatku sangat pusing”, kata si Kancil dengan nada tinggi. Kemudian, diambilnya barang kedua dan dirabanya seluruh permukaan barang itu.

What?! Ini ‘mah sarung bekas anaknya Pak Tani ngompol semalam! Huek…”, ia sangat kesal karena ternyata barang-barang yang dicurinya sangat tidak bermanfaat.

Di lain sisi, si Kura-Kura sedang membagi-bagikan jatah uang yang ia dapat dari taruhan lomba lari dengan si Kelinci. Dengan terpaksa, ia membagikan kepada teman kura-kuranya yang terlibat, agar tidak ada satupun yang membuka mulut tentang strategi lomba yang telah mereka lakukan.

Setelah tiba di rumah, tiba-tiba si Kura-Kura teringat akan salah seorang teman karibnya di SDH dulu. Dengan segera, ia menuju ke kamarnya dan mengambil HP-nya. Ternyata, ia ingin mengirim SMS untuk si Kancil.

Hai, Kancil, sahabatku. Kangenkah kamu pada diriku? Aku sih nggak kangen banget sama kamu. Tapi aku yakin kalau kamu kangen banget sama aku. Nah, to the point aja deh. Aku lagi dapat rejeki nih, kita makan-makan yuk! Ada rekomendasi nggak?

 

..Bip.. Bip.. Bip..

HP si Kancil berdering tanda ada SMS masuk. Ketika ia membaca SMS tersebut, raut wajah bimbang dan galau singgah di wajahnya. Namun, dengan segera ia membalas SMS itu.

Wahai Kura-Kura, sahabat masa laluku. Seingatku, aku tidak pernah dekat dengan dirimu sejak dulu. Kok tumben nih SMS aku? Ada maunya nih ya? Haha… Sebenarnya, aku sangat mau makan-makan sama kamu, tapi aku lagi sibuk. Kapan-kapan aja kali ya?

 

..Toet.. Toet.. Toet..

Kali ini, HP si Kura-Kura yang berdering. Dengan wajah sedikit kecewa, ia membalas SMS tersebut.

Tapi dulu kita kan sering menyapa pada pagi hari. Aku pikir, kita teman. Aku pikir, kita sahabat. Ya sudahlah, tak apa. Memangnya kamu lagi sibuk apaan?

 

..Tek.. Dut.. Tek.. Dut..

HP si Kancil berdering lagi. SMS lagi, tentunya. Ia membalas lagi SMS dari si Kura-Kura tersebut.

Maaf ya, Kura-Kura, sahabatku. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Tapi sepertinya, makan-makan bukanlah ide terbaik untuk saat ini. Sebenarnya, aku sedang membantu ibuku membuat acar dari timun-timun yang baru aku curi. Jadi kemungkinan, minggu ini kami akan puas-puasin makan acar. Maaf ya, Kura-Kura.

 

..Aku.. tak biasa..

HP Kura-Kura berdendang lagu lawas. Ada SMS. Kemudian, ia membalas SMS tersebut. Dan setelahnya, si Kancil membalas SMS dari si Kura-Kura lagi. Dan begitu seterusnya. Dan pada suatu hari,…

“Kamu si Kura-Kura, teman SDH-ku ‘kan?”, Kancil mencolek seekor kura-kura.

“Hey, Kancil! Apa kabar?”, tanya Kura-Kura dengan girang dan senang.

“Yah, begitulah. Aku dipukul ibuku karena SMS-an sampai malam dan meninggalkannya membuat acar. Jadi, aku dilarang mencicipi acar itu. Tapi, kamu lagi ada duit ‘kan? Ayo, kita makan-makan!”, muka Kancil terlihat sangat bersemangat tiba-tiba.

“Maaf, Kancil. Malam itu, pulsaku tinggal sedikit. Lalu aku langsung beli pulsa dengan uangku itu untuk melanjutkan SMS kita. Jadi, uang itu sudah habis”, jawab Kura-Kura pelan.

“Apa kamu bilang?! Aku sudah sampai ditonjok ibuku, tau!”, marah Kancil.

Demikianlah kisah si Kancil dan si Kura-Kura setelah mereka berkomunikasi lagi. Dan sampai detik ini, belum ada satupun buku dongeng anak-anak yang menguak kisah mereka berdua tersebut. Dan kisah inipun menjadi misteri semata.

 

Kisah Sebuah Cincin Ajaib

November 23, 2009

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang memiliki hobi yang cukup unik dan aneh. Ia sangat senang mengumpulkan barang yang berbentuk lingkaran kecil dan dapat dipasangkan ke jari manis tangan kanannya.

Setiap hari, ia memadankan cincin apa yang akan ia gunakan dengan pakaian yang sedang ia pakai. Maka seluruh isi kerajaanpun dibuatnya bingung dengan sifat uniknya itu. Banyak dayang istana yang berusaha mendapatkan cincin-cincin emas yang berada di antara banyak cincin kepunyaan raja. Raja tersebutpun mengetahui bahwa ada seorang penyihir yang ingin merampas posisinya demi mendapatkan seluruh harta kerajaan termasuk cincin-cincin yang raja miliki.

Salah satu cincin kesayangan sang raja adalah sebuah benda berbentuk lingkaran kecil yang sepertinya terbuat dari akar pohon di dalam hutan yang usianya sudah beratus-ratus tahun. Ia sangat menyayangi dan menjaga cincin tersebut.

Pada suatu hari, datanglah seorang penyihir yang mengincar raja tersebut. Penyihir itu menyuruh raja menyerahkan seluruh cincin-cincin emasnya. Namun, raja tidak mau. Dayang-dayang beserta pengawalpun meminta agar raja menyerahkan seluruh cincin. Tapi tetap saja, sang raja tidak mau menyerah.

Ketika semua cincin emas hampir dirampas si penyihir, tiba-tiba keluarlah seorang peri cilik dari cincin kesayangan raja. Peri tersebut gusar melihat kejahatan sang penyihir dan dengan segera, ia menggoyangkan sebuah tongkat di tangannya. Seketika pula, tersedotlah seluruh kekuatan si penyihir ke dalam cincin akar kesayangan sang raja. Kemudian, peri tersebut kembali masuk ke dalam cincin itu dan tiba-tiba suatu hal aneh terjadi. Cincin itu berubah menjadi cincin berlian. Maka bersyukurlah raja karena ia sangat menyayangi cincin tersebut.

Hello world!

November 16, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!